Kamis, Februari 28, 2008

I'm clueless

Hari ini saya tiak punya clue harus nulis apa...
I'm totally clueless
Ah ya............. Saya ingat saya pernah niat monulis soal perjalanan hidup saya.
Rasanya perjalanan hidup saya begitu berwarna, dan.......... kalau dulu saya sering menyesalinya, kini setelah "sadar", saya justru mensyukurinya. Hidup yang harus terpisah dengan keluarga, masa kecil dan remaja yang harus dijalani dengan kondidi "prihatin", perjuangan melawan rasa minder dan tidak percaya diri, masa - masa kuliah yang "up and down", semuanya telah memperkaya batin saya. Ternyata....dibalik kerahasiaan takdir Allah, tersimpan sebuah keindahan. Jika Allah tidak menutup takdirnya, dan seorang anak manusia bisa membaca jelas apa yang akan terjadi padanya, tentu kehidupan manusia tidak akan menarik layaknya sebuah film yang kita tonton tetapi kita sudah tahu jalan ceritanya.
Seperti juga dengan kisah romansa dalam kehidupan saya. Orang yang menjadi suami saya ternyata sangat dekat dengan lingkungan kuliah saya dulu, but we didn't know each other. Sampaipun kami bertemu dalam sebuah tempat kerja yang sama kami masih tidak saling memperhatikan. I really had no idea that he would be my husband. And now i'm very happy karena Allah telah memilihkan saya seorang suami yang terbaik untuk saya. Ternyata misteri dibalik takdir Allah adalah indah adanya........

Selasa, Februari 26, 2008

Reposting

I wanna reposting with other idea, but this time i wanna do it in english.
Last night i watched a movie at HBO, called "North Country". I ignored it first because i thought it wasn't good. But i was wrong since the story was great that made me shed tears. Anyway... it's a movie based on true story about a strong and tough single parent woman, Josey Aimes (charlize Theron) who have to work at a mine to support her life and to feed her daughter and son. working in a mine is a tough job and it kind of suitable only for man. So only few women work there. Joey and her female co-workers always treated bad by their male co - worker. they always get sexual harrasment in their working surrounding. This is not a tolleratable thing for Josey that she made Class Action (a sue law by someone or a group of people who have same problem with a certain person or institution) to her bos.
The story was very touch with the rape that Josey experienced and did by her highschool teacher, picture of sexual harrasment that did by almost all of the male workers, and with the struggle of a woman to keep her family doing fine and her struggle to get a justice.
This movie leave a lesson for me, that is we have to struggle no matter what it takes to get what we assume as a justice

ordinary bad day

Tulisan hari ini agak berbau sadness,
Hidup manusia memang tidak pernah sepi dari masalah. Dan jika dia datang, dia tidak pandang hari, waktu ataupun banyak tidaknya masalah lain yang kita hadapi. Just like what happen to me this morning. Masalah selalu saja datang even in early morning when i've got lots of to do. Masalah keluarga, masalah pribadi, masalah kantor, dan banyak lagi masalah lainnya. Saya berusaha memetakan setiap masalah yang terjadi and try to ignore masalah - masalah yang sepele, but it's kind of little difficult for me, yet i'm in proces of it. Masalah kantor adalah yang paling unik buat saya. I have to deal with it every day. Setiap hari perasaan saya up and down, menghadapi teman - teman kantor yang kadang baik kadang menyebalkan, melihat kecurangan, ketidakjelasan program, and many other bad things. But anyway.....show must go on.
Saya ingat kutipan kalimat dari buku "La Tahzan" yakni : "Jangan meletakkan bola dunia di atas kepala. Biarkan semua peristiwa itu terjadi, dan jangan disimpan didalam usus". Dunia dan segala isinya pada dasarnya adalah hina kecuali jika berjalan di jalan Allah SWT, sehingga sangat tidak layak kita bersedih dan tertekan hanya karena dunia dan isinya. Yang penting buat saya adalah saya masih punya Allah tempat saya mengadu dan mohon pertolongan sebab Dia adalah Sang Maha segala- segalanya, saya masih punya suami yang saya cintai and i'm sure he loves me too, dan saya masih punya keluarga. So.......... i will try to be happy always.

Jumat, Februari 22, 2008

MEMBACA HIKMAH DARI TAKDIR ALLAH

Thanx God, i can posting again. Soalnya beberapa hari kemarin sibuk dengan program "Maha Kompleks" ISO, yang ditargetkan sertifikatnya pada bulan Mei.

Apa yang saya pengen tulis ini sebenarnya sudah ada dibenak saya sejak beberapa hari lalu tapi baru bisa nulis hari ini.

Tersebutlah seorang siswa magang di LPMP Gorontalo yang "berbeda". Namanya "Muhajir" dengan panggilan "ajir". Saya sebut dia "berbeda" karena memang berbeda di beberapa hal dari orang lain. Pertama dia berbeda karena dia cacat (saya tidak tahu cacat apa namanya). Ketidaksempurnaannya ada pada cara dia berjalan dan berbicara. Tetapi sepertinya keterbatasannya tersebut tidak menghalangi dia untuk "berbuat", sama seperti kebanyakan orang. Kedua, dia berbeda dari mainstream orang Gorontalo pada umumnya yang menurut saya enggan berbuat (kalo tidak bisa disebut malas). Sangat menarik menelusuri kisah hidup anak ini. Menurut cerita ajir sendiri, ibunya meninggal dunia ketika dia baru berusia beberapa bulan. "Keterbatasannya" adalah takdir yang harus dia terima sejak lahir. Setelah ibunya meninggal, dia diasuh oleh seorang anak yang berusia 10 thn (kalo saya tidak salah). Nah..... yang menarik adalah soal keinginannya untuk sekolah. Dia tetap sekolah seperti kebanyakan anak lainnya, tetapi ketika menginjak masa SMA, bapaknya melarang dia untuk tetap sekolah, (saya juga tidak tahu alasannya apa, tapi sangat mungkin larangan itu ada hubungannya dengan "keterbatasannya"). Sementara untuk masuk SLB "Bone Bolango" tidak mungkin karena dia satu - satunya siswa yang mendaftar. Akhirnya dia memilih untuk masuk SMK Suwawa walaupun tanpa ijin bapaknya. Dia berusaha untuk bertemu langsung dengan kepsek untuk meyakinkan bahwa dia benar - benar ingin sekolah dan berharap dapat diterima. Akhirnya dia diterima di SMK Suwawa. Sampai disini, saya benar - benar takjub mendengar ceritanya. Bagaimana tidak, disaat sebagian murid sekolahan yang tidak jelas juntrungannya, sering bolos, tawuran, hedon luar biasa, ajir, dengan kesederhanaanya mampu menyakinkan orang bahwa keinginannya untuk belajar sangat kuat, dan tidak satupun orang yang berhak mengehentikan hal itu.

Syahdan.... ajir memilih jurusan komputer. Menurut dia, komputer sangat menarik minatnya. Maka besar keinginan dia untuk punya PC. Untuk mendapatkan keingginannya, ajir membuat proposal untuk Pak Gubernur (Pak Fadel), yang berisi permintaan bantuan dana untuk membeli komputer. Dia memaksa untuk bertemu langsung dengan Pak Gub dan akhirnya bisa bertemu langsung dengan Pak Fadel. Waktu ditanya apa keperluannya, ajir dengan polos menjawab "pengen punya komputer", maka mengalirlah cek sebesar Rp. 5 juta dan langsung dia pergunakan untuk membeli "barang idamannya" itu. Waktu itu saya dengan maksud bercanda, bertanya "kenapa tidak sekalian minta HP?", dan dia bilang bahwa HP tidak terlalu penting untuk dia. Satu - satunya barang yang dia inginkan hanya PC.

Satu lagi hal menarik tentang ajir, yaitu keinginannya untuk membuka usaha. Waktu saya tanya apa rencananya setelah lulus, dia jawab "kalo bukan melanjutkan ke kuliah, saya mau buka usaha sendiri". Saya tanya lagi "usaha apa?", dia jawab, "usaha pengetikan/rental komputer". Dia tambahkan penjelasannya bahwa usaha itu pengennya dia jalankan bersama adiknya, dan langkah pertama menurut dia adalah mencari tempat yang bagus. Amazing.................................
Sodara2 saya saja belum tentu punya visi masa depan sejelas itu. Buat saya bukan masalah apa dan bagaimana visinya. Pun terlepas dari benar tidaknya cerita dan kompetensi ajir, ada hal yang sangat menarik tentang bagaimana gambalangnya rencana masa depannya yang dia rancang sendiri, kuatnya tekad untuk mandiri, tidak bergantung pada orang lain, dan tetap menjaga mimpi – mimpinya agar dia bisa punya energi untuk menggapainya. Apalagi kita bicara tentang orang yang punya “keterbatasan”. Satu lagi yang menarik, tidak semua orang punya keinginan untuk berusaha lewat jalan “entrepreneurship”. Tapi ajir justru memilih hal itu untuk masa depannya nanti. Masya Allah…………….
Allah memang maha adil. KeadilanNya tidak pantas untuk dipertanyakan. Semua yang telah tertulis dalam lauhul mahfuz adalah presisi adanya, baik untuk semua hambaNya. Keterbatasan yang dimiliki ajir, dimata saya justru menjadi kekuatannya. Jalan hidup, keinginan serta cita – citanya akan terdengar biasa – biasa saja jika datangnya dari orang lain yang normal – normal saja. Tetapi menjadi sungguh luar biasa ketika datangnya dari seorang ”ajir” yang punya banyak ”keterbatasan”. Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran dari salah satu karya Allah SWT ini.
WALLAHU A’LAM

Senin, Februari 18, 2008

New Day

Hari ini sebagian staf LPMP Gorontalo pindahan termasuk saya. Jadinya sibuk bersih - bersih. Ngga' tau mesti senang atau tidak, dapat gedung baru, meja dan kursi baru, dan semua fasilitas yang brand new. Tapi...........apapun itu, disyukuri sajalah. Hari ini juga hari yang berat buat saya, cause my beloved husband berangkat lagi untuk memulai semester 2 kuliah s2nya. I've already missed you honey.........take care........

Jumat, Februari 15, 2008

Sekolah Bertaraf Internasional

Seksi PMS dan FSDP LPMP Gorontalo tahun ini punya program kerja seputar Sekolah Bertaraf Internasional atau yang sering disingkat SBI. Program Dinas Pendidikan Nasional ini sedang bergaung dimana – mana. Program ini memang masih menggunakan embel – embel “rintisan didepannya”, tetapi pemerintah terlihat serius menggarapnya (atau serius menghitung jumlah yang bisa dikorupsi?) sampai - sampai menyediakan anggaran yang cukup besar yang dikucurkan untuk dana BlockGrant SBI. Tetapi apa dan bagaimana SBI itu sebenarnya justru tidak banyak diketahui. Sesungguhnya kategori sekolah bisa dibagi menjadi :

  • SEKOLAH KATEGORI STANDAR
  • SEKOLAH KATEGORI MANDIRI
  • SEKOLAH BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL
  • SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL
  • SEKOLAH YG DISELENGGARAKAN OLEH PERWAKILAN NEGARA ASING
  • LEMBAGA PENDIDIKAN ASING DI NKRI

Adapun, kriteria sekolah yang bisa mendapatkan predikat sebagai SBI haruslah sekolah yang memilik basis IT yang kuat serta menerapkan sistem bilingual dalam proses belajar mengajar, disamping memiliki sarana dan prasarana yang sesuai standar. Ada 8 standar yang harus dipenuhi yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Sederhananya, untuk mendapatkan predikat SBI, maka KBM diajarkan dalam bahasa inggris sehingga baik siswa maupun guru harus memiliki kompetensi dalam berbahasa inggris. Maka sertifikat TOEFL dengan nilai tertentu bagi para guru kini menjadi prasyarat. Disamping itu basic IT yang juga menjadi prasyarat, seperti penggunaan electronic media sebagai alat bantu pengajaran dan pembuatan materi pengajaran dalam satu atau lebih format elektronik media. Lulusan yang diharapkan dari sebuah sekolah bertaraf internasional adalah lulusan yang dapat bersaing baik secara nasional maupun secara internasional.

Maka...............banyak konsekuensi yang timbul dari adanya standar2 tersebut. Salah satunya adalah biaya sekolah di SBI yang tentunya lebih mahal daripada di sekolah reguler. Impact lainnya adalah standar masuk yang lebih tinggi dibanding dengan sekolah reguler. Ujung – ujungnya, SBI menjadi semacam sekolah eksklusif yang tidak bisa menyentuh semua lapisan masyarakat.

Akan tetapi ada hal – hal lain yang perlu dikaji dan dipertimbangkan lagi dalam penerapan program SBI ini. Masalah yang banyak dihadapi oleh para guru di SBI adalah penguasaan bahasa Inggris. Banyak guru yang sangat kompeten dalam bidangnya terutama science, tetapi kesulitan dalam berbahasa Inggris. Pertanyaan pertama adalah manakah yang lebih baik, membekali para guru science tersebut dengan bahasa Inggris, atau membekali guru – guru yang berbahasa Inggris secara aktif dengan ilmu – ilmu science? Tentu saja yang ideal adalah guru science yang berbahasa Inggris secara aktif, tetapi ini sulit didapat. Lebih dari itu perlu dipertanyakan pula apakah efektif untuk para siswa mempelajari science dalam pengantar bahasa Inggris ketimbang bahasa ibunya? Bukankah untuk bisa bersaing secara internasional kualitas akan kompetensi kita lebih dibutuhkan ketimbang penggunaan bahasa? Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memang sangat penting untuk mempercepat kemajuan kita dan bisa leluasa dalam menembus dunia kini yang seakan tanpa batas. Akan tetapi bahasa hanyalah penunjang yang akan melengkapi semua kompetensi yang kita miliki. Tidakkah mata pelajaran bahasa Inggris cukup untuk anak didik untuk menguasai bahasa Inggris? Barangkali hal yang perlu ditinjau kembali adalah kurikulum pelajaran bahasa Inggris kita yang tidak bisa memaksimalkan kemampuan anak didik dalam berbahasa Inggris secara aktif. Jangan sampai semua terkesan dipaksa hanya untuk mencapai keinginan untuk meng ”go internasional” kan sekolah – sekolah kita agar lulusannya bisa terterima di perguruan tinggi negeri maupun luar negeri. Pertanyaan kedua adalah berapa persen dari lulusan SMU kita yang akan melanjutkan sekolahnya keperguruan tinggi luar negeri? Untuk daerah Jakarta, mungkin bisa dihitung, tapi bagaiman dengan luar Jakarta?, bisakah dihitung dengan jari? Lagipula apakah perguruan tinggi kita belum layak?

Lalu tidakkah program SBI bisa memicu kesenjangan antar sekolah? Pemerintah tentu akan meng”anak emas”kan SBI dibanding sekolah – sekolah reguler. Hal ini menjadi semacam privatisasi sekolah negeri. Tidakkah dana yang begitu banyak dikucurkan untuk ”beberapa” SBI, akan lebih efektif digunakan secara merata untuk semua sekolah terutama untuk sekolah – sekolah dipedalaman? Masih banyak sekolah – sekolah yang jangankan menggunakan IT, untuk mengaplikasikan komputer saja mereka tidak mampu. Masih banyak sekolah – sekolah yang jangankan memiliki sapras yang lengkap, gedung sekolahpun tidak layak disebut sekolah. Lebih menyedihkan lagi, banyak sekolah yang jangankan mengharapkan guru dengan sertifikat TOEFL memadai, jumlah gurupun tidak mencukupi dibanding jumlah siswanya.

Ada baiknya mungkin program ini dipikirkan kembali secara bijak.

Rabu, Februari 13, 2008

finally i'm home

Akhirnya saya nyampe rumah lagi setelah sebulan lebih berkelana di tanah pasundan (cie bahasanya.....). Hari pertama masuk kantor lagi rasanya kagok juga. Have no clue what 2 do, soalnya awal tahun. Akhirnya setelah nyari informasi seputar program kerja 2008 saya punya gambaran apa yang harus dikerjakan dan harus mulai dari mana. Rasanya punya semangat baru lagi untuk kerja setelah sebulan lebih liburan. Apalagi setelah membaca buku "La Tahzan", yang sangat inspiratif. "Hari ini adalah milikmu", begitu salah satu kalimat dalam buku itu. So.... berbuatlah yang terbaik pada hari ini sebab besok itu masih gaib dan masih di tangan Allah SWT, dan belum tentu menjadi milikmu.

Minggu, Februari 03, 2008

Pengen Lagi

Hari ini saya begitu bersemangat untuk nulis meskipun saya ragu apa ada nanti yang baca tulisan saya ini..........
Tapi keinginan untuk nulis ini begitu kuat setelah membaca buku tetralogi Laskar Pelanginya Andrea Hirata. Buku ini begitu mempesona dengan permainan kata - katanya, begitu menyentuh dengan kisah tragisnya, begitu inspiratif dengan kekuatan cerita dan penokohannya serta pesan - pesan moralnya. Buku ini bagai oase ditengah kegersangan mentalitas masyarakat pendidikan terhadap berbagai permasalahan pendidikan. Bahwa ternyata kegetiran hidup bukan untuk ditangisi dan dikeluhkan dengan khusuknya dan kemudian dijadikan alasan untuk tidak berbuat dengan bersembunyi dibalik romansa cerita "hidup melarat" yang terus menerus disenandungkan. Bahwa ternyata kemiskinan dan kemelaratan tidak harus berbanding lurus dengan kebodohan, keterbelakangan dan sikap pesimis. Saya pikir buku ini layak menjadi "the must read book" bagi "masyarakat pendidikan" terutama bagi petinggi - petinggi di Depdiknas, Pegawai dan staf Diknas Daerah dan terutama bagi seluruh staf dan pegawai LPMP se Indonesia. Betapa tidak, setelah membaca buku ini saya kembali mempertanyakan komitmen saya terhadap pekerjaan saya (di LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN) yang seharusnya sangat mulia ini. Saya pikir saya harus banyak belajar dari tokoh Ibu Muslimah yang ada dalam novel tersebut yang begitu ikhlas menjalani profesinya sebagai guru didesa terpencil tanpa digaji bertahun - tahun, sedangkan saya begitu jengkel ketika harus turun lapangan ke daerah dengan hanya mendapat honor yang kecil, itupun hanya untuk menyebarkan instrumen keguru - guru. Ibu Muslimah dan kesepuluh anggota laskar pelangi layak untuk dijadikan cermin terhadap sikap kerja kita yang kadang - kadang sudah seperti kata pepatah "mati segan, hidup tak mau".
Ternyata jika kita menjalani hidup dengan cinta, cinta terhadap sang Khalik, cinta terhadap sesama dan cinta terhadap kebaikan, kita akan mampu menjalani hidup yang optimis, hidup yang idealis dan mampu konsisten dengan idealisme tersebut, hidup yang bermanfaat untuk orang lain dan pada akhirnya akan menjadikan kita manusia seutuhnya yang memiliki integritas dan kualitas yang tinggi, dan bukan manusia yang hanya memiliki uang dan kedudukan yang tinggi (dua hal yang sangat temporer dalam hidup).

Haahhh masih pengen nulis tapi ngantuk..
Well .........see you

pengen saja

Thank God akhirnya saya bisa juga posting lagi
soalnya 10 hari kemaren (dijakarta dan bandung) ngga pernah sempat untuk posting, maklumlah.....lagi menikmati bulan madu kesekian kalinya dengan suami tercinta :-)

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, tujuan saya membuat blog ini semata - mata untuk berbagi segala ide, prinsip, idealisme, uneg- uneg, pertanyaan dan semua pikiran - pikiran saya dengan orang lain, terutama dengan teman - teman saya di LPMP Gorontalo.
Besar harapan saya blog saya ini akan diapresiasi oleh teman - teman LPMP Gorontalo sebagai sebuah media yang mudah - mudahan bisa menginspirasi, mengalihkan sejenak kekalutan pikiran dari masalah dan gosip - gosip kantor.

Selamat membaca