Today is just ordinary day for me. Doing the same thing, thinking the same thing, boring, boring and boring.
Tapi akhirnya saya mendapatkan inspirasi juga dari hasil percakapan dengan beberapa teman kantor. Seorang teman mencurahkan masalah keuangannya. Menurut dia, gaji perbulan yang dia terima, ditambah gaji istrinya, masih tidak cukup untuk kebutuhan sehari - hari. Itupun masih dalam kondisi dimana anak-anaknya masih kecil dan belum sekolah. Maka meluncurlah dari mulutnya rencana jangka panjang hidupnya kelak ketika anak - anaknya dewasa. Menurutnya, kita harus punya persiapan finansial yang cukup untuk kebutuhan anak - anak saat dewasa nanti. Mulai dari biaya sekolah, biaya menikah, biaya penunjang sebelum mereka mandiri, dll. Ada lagi teman lain yang punya masalah yang hampir sama. Ceritanya beliau punya anak yang sudah saatnya untuk kuliah, dan sianak punya obsesi untuk kuliah di fakultas kedokteran. Demi mengetahui biaya masuknya sekitar 400 juta, maka bingunglah si bapak tersebut. Kalau sedemikian tinggi biaya kuliah bisa – bisa anak – anaknya tidak kuliah, begitu keluhnya.
Adapun saya hanya terdiam, lalu berpikir, what about me?
Saya memang belum punya anak. Entah itu merupakan peluang atau kekurangan, i have no idea. Tapi yang pasti itu bukan bagian dari rencana saya dan suami. Tapi bagaimana nanti jika kami diberikan amanah itu oleh Allah? Teman – teman saya yang sekarang punya anak saja bisa begitu panik, apalagi nanti? Sementara dari hari kehari hidup (apalagi di negara tercinta ini) semakin tidak mudah. Himpitan masalah ekonomi menerpa siapa saja. Tapi kemudian saya tersadar bahwa kita, manusia, hanyalah aktor dan aktris yang sedang memainkan peran masing – masing sesuai dengan skenario yang diberikan oleh sang penulis naskah, produser sekaligus sutradara kehidupan yakni Allah SWT. Memang benar kita harus memainkan peran kita semaksimal mungkin, tetapi tetap saja kita hanya pemain yang punya keterbatasan dan setiap saat butuh arahan dari sang sutradara. Kita harus senantiasa ridho menjalani skenario yang diberikan oleh sang penulis naskah kehidupan. Jika kita dikaruniai anak maka itu berarti Allah percaya bahwa kita mampu memainkan peran sebagai orang tua. Allah tidak mungkin membebani umatnya kecuali Dia telah mengukur bahwa itulah batas kemampuan yang kita miliki. Jadi jika kita dititipi anak oleh Allah dengan berbagai konsekuensi biaya yang terlampir, maka kita harus berusaha memenuhinya sampai batas maksimal kemampuan kita, dan jika itu telah kita lakukan, maka kita tinggal bersabar menunggu hasilnya, cepat atau lambat. Maka menghadapi persoalan finansial untuk kebutuhan anak, satu hal yang harus dipertanyakan yaitu: sudahkah kita melakukan yang terbaik untuk mereka? Lalu, apakah yang perlu kita siapkan untuk mereka hanyalah materi semata? Apakah jika kita menyiapkan materi untuk mereka, akan menjamin kemandirian mereka kelak?
Saya lalu ingat novel favorit saya, Laskar Pelangi. Betapa orang yang berasal dari keluarga miskinpun bisa begitu berhasil dan bisa berbuat sesuatu untuk orang lain. Jadi sebenarnya tidak melulu materi yang perlu kita siapkan untuk mereka. Bahwa ada bekal lain yang harus kita tanamkan kepada anak – anak kita, yakni mental untuk senantiasa berharap, bermimpi dan bercita – cita untuk yang terbaik dan berjuang meraih harapan, mimpi dan cita – cita tersebut apapun kondisinya, mental untuk selalu berusaha mandiri dan pantang untuk bergantung pada orang lain. Naifkah cara berpikir saya? Wallahu A’lam. Yang jelas dalam benak saya, kelak jika saya diberikan amanah berupa anak oleh Allah, saya akan berusaha sampai batas maksimal kemampuan saya memberikan bekal materi dan bekal pendidikan moral untuk senantiasa mandiri dan sebisa mungkin bermanfaat untuk sesama (Insya Allah). Ohh………. Inikah makna dibalik rencanamu ya Allah…? Engkau berikan kami waktu untuk bersiap diri sebelum Engkau benar – benar mendatangkan karunia itu, berupa kehadiran seorang anak………. Masukkanlah kami ya Allah kedalam golongan hambamu yang pandai bersyukur.
Wallahu A‘lam.
2 komentar:
Allah memang telah mengatur kehidupan ini dengan sangat sempurna.
Aku jadi teringat postingan temen blog, yang rasanya begitu rapih dia merencanakan/mengestimasi finansial keluarganya...
Bisa dibaca disini : http://www.masrafa.org/2008/03/05/repot-demi-mereka/
Who knows where to download XRumer 5.0 Palladium?
Help, please. All recommend this program to effectively advertise on the Internet, this is the best program!
Posting Komentar