Sabtu, Mei 03, 2008

TIM PEMANTAU INDEPENDEN VS BUDAYA CHEATING

Bulan April – Mei merupakan bulan yang penting buat orang – orang yang bergerak dalam bidang pendidikan. Mulai dari para pelajar, guru, kepala sekolah, jajaran staf Departemen Pendidikan Nasional dari pusat hingga ke daerah, termasuk orang tua siswa, semuanya sibuk mempersiapkan sebuah momen yang maha penting bagi mereka yakni “UJIAN AKHIR NASIONAL”. Buat sebagian orang, UAN dianggap sebagai sebuah “pemborosan, intimidasi terhadap siswa, pemaksaan pemerataan mutu pendidikan, dll”, tetapi buat pemerintah UAN dianggap sebagai “pemersatu (dilakukan secara nasional), fungsi evaluasi keberhasilan KBM, serta elemen penjaminan mutu pendidikan”.
Anyway, lepas dari semua polemik soal UAN ada satu hal menarik tentangnya yaitu tentang Tim Pemantau Independen (TPI). Beberapa tahun terakhir BSNP mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membiayai kegiatan pemantauan UAN yang unsur – unsurnya berasal dari PTN, Mahasiswa dan staf LPMP. Menarik, sebab biaya yang sebegitu besarnya dikeluarkan hanya untuk memantau, mancatat dan melaporkan keganjilan – keganjilan yang terjadi dalam proses pelaksanaan UAN.
Pertanyaannya: “Efektifkah TPI dalam mengurangi kecurangan2 dalam pelaksanaan UAN?”.
Kenyataannya : “tetap saja berita tentang kecurangan dalam UAN tidak pernah absen, malah menurut saya semakin banyak jumlah kasusnya dan semakin canggih pula kecurangan yang dilakukan”.
Budaya cheating alias nyontek memang telah melegenda dalam masyarakat kita, tidak heran angka korupsi dinegara ini begitu tinggi karena semasa belajar saja sudah korupsi kecil2an apalagi jadi pejabat?. Dari masa kemasa para siswa makin canggih dalam melakukan cheating seiring dengan perkembangan IT dan degradasi moral yang terjadi secara linear dinegeri ini. Hingga sampai pada taraf yang terburuk yaitu cheating dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan wajar bahkan para gurupun ikut menyuburkan budaya ini dengan turut mengirimkan jawaban lewat sms.
So…….. kesimpulan saya adanya tim pemantau independen memang membuktikan “BETAPA BOBROKNYA MORAL SEBAGIAN DARI BANGSA INI BAHKAN DARI PARA SISWA HINGGA KE PARA PENGAYOM BANGSA”

Tidak ada komentar: