DUHAI PEGAWAI NEGERI SIPIL
Pegawai apa yang paling hobi baca koran karena kebanyakan waktu lowong?
Jawabnya : PNS
Pegawai apa yang menerima gaji yang tetap jumlah dan waktunya setiap bulan tanpa memperhitungkan kinerja dan disiplinnya?
Jawabnya : sekali lagi PNS
Lalu Pegawai apa yang selalu kocar - kacir setiap bulan mengejar - ngejar berbagai setoran dengan gajinya yang pas - pasan?
Jawabnya : Lagi - lagi PNS
Again pegawai apa yang selalu bingung dengan tupoksinya?
Jawabnya : Lagi dan lagi PNS
Then again pegawai apa yang begitu paranoid sehingga begitu berharap kemapanan finansial bahkan hingga mati sekalipun?
Jawabnya : masih tetap PNS
Again and again pegawai apa yang hampir - hampir tidak punya kreatifitas karena telah terjamin hidupnya bahkan setelah pensiun?
Jawabnya : Tetap saja PNS....
Begitu mirisnya nasib PNS, tetapi setiap tahunnya, begitu banyak orang yang antri untuk menjadi PNS bahkan rela mengeluarkan sejumlah uang sebagai "pelicin" guna mulusnya jalan menjadi PNS. Ironi....... karena ternyata KTP sayapun menerangkan dengan jelas bahwa pekerjaan saya adalah "PNS". Sebuah profesi yang sangat jauh dari impian saya tapi tidak bisa jua saya hindari karena tuntutan orang tua. Tapi tetap saya bersyukur karena ALLAH SWT telah membukakan rezeki saya lewat pintu ini. Hanya saja ada banyak ketidakpuasan terhadap profesi ini. Menjadi PNS sebenarnya membunuh kreatifitas seseorang secara perlahan - lahan karena kurangnya tantangan pekerjaan (atau mungkin tidak dicari?) dan orientasi PNS umumnya adalah "gaji tetap" serta "dana dan gaji pensiun" sehingga kurang mempedulikan kinerjanya.Yang penting tiap bulan terima gaji....... gitu katanya. Profesi ini bagaikan candu yang begitu menggiurkan karena menjanjikan kemapanan finansial, kemapanan psikologi, namun sebenarnya itu adalah fatamorgana karena ternyata kita tidak bisa menikmati esensi dan rasa dari “bekerja”.
Belum lagi sistem dan manajemen yang carut – marut. Belum pula dihitung angka korupsi yang terjadi di berbagai departemen baik pusat maupun daerah yang kesemuanya dilakukan oleh PNS tulen. Orang – orang yang disebut “pejabat” itu menurut saya sudah tidak bisa lagi menggunakan otaknya (mungkin karena sudah aus saking lamanya jadi PNS) untuk memperkaya dirinya secara halal sehingga harus mengambil (banyak maupun sedikit) yang bukan haknya. Naudzubillah Semoga Allah Menjauhkan Saya dari hal – hal seperti itu. Belum lagi budaya sikut – menyikut, gilas – menggilas, jilat – menjilat untuk sebuah kepentingan yang biasanya berupa sebuah “jabatan”. Hhhhhhhhh Duhai PNS………… Begitu mirisnya nasibmu……………………
Lebih miris lagi sebab kau begitu tolol sehingga tidak menyadarinya.
Pegawai apa yang paling hobi baca koran karena kebanyakan waktu lowong?
Jawabnya : PNS
Pegawai apa yang menerima gaji yang tetap jumlah dan waktunya setiap bulan tanpa memperhitungkan kinerja dan disiplinnya?
Jawabnya : sekali lagi PNS
Lalu Pegawai apa yang selalu kocar - kacir setiap bulan mengejar - ngejar berbagai setoran dengan gajinya yang pas - pasan?
Jawabnya : Lagi - lagi PNS
Again pegawai apa yang selalu bingung dengan tupoksinya?
Jawabnya : Lagi dan lagi PNS
Then again pegawai apa yang begitu paranoid sehingga begitu berharap kemapanan finansial bahkan hingga mati sekalipun?
Jawabnya : masih tetap PNS
Again and again pegawai apa yang hampir - hampir tidak punya kreatifitas karena telah terjamin hidupnya bahkan setelah pensiun?
Jawabnya : Tetap saja PNS....
Begitu mirisnya nasib PNS, tetapi setiap tahunnya, begitu banyak orang yang antri untuk menjadi PNS bahkan rela mengeluarkan sejumlah uang sebagai "pelicin" guna mulusnya jalan menjadi PNS. Ironi....... karena ternyata KTP sayapun menerangkan dengan jelas bahwa pekerjaan saya adalah "PNS". Sebuah profesi yang sangat jauh dari impian saya tapi tidak bisa jua saya hindari karena tuntutan orang tua. Tapi tetap saya bersyukur karena ALLAH SWT telah membukakan rezeki saya lewat pintu ini. Hanya saja ada banyak ketidakpuasan terhadap profesi ini. Menjadi PNS sebenarnya membunuh kreatifitas seseorang secara perlahan - lahan karena kurangnya tantangan pekerjaan (atau mungkin tidak dicari?) dan orientasi PNS umumnya adalah "gaji tetap" serta "dana dan gaji pensiun" sehingga kurang mempedulikan kinerjanya.Yang penting tiap bulan terima gaji....... gitu katanya. Profesi ini bagaikan candu yang begitu menggiurkan karena menjanjikan kemapanan finansial, kemapanan psikologi, namun sebenarnya itu adalah fatamorgana karena ternyata kita tidak bisa menikmati esensi dan rasa dari “bekerja”.
Belum lagi sistem dan manajemen yang carut – marut. Belum pula dihitung angka korupsi yang terjadi di berbagai departemen baik pusat maupun daerah yang kesemuanya dilakukan oleh PNS tulen. Orang – orang yang disebut “pejabat” itu menurut saya sudah tidak bisa lagi menggunakan otaknya (mungkin karena sudah aus saking lamanya jadi PNS) untuk memperkaya dirinya secara halal sehingga harus mengambil (banyak maupun sedikit) yang bukan haknya. Naudzubillah Semoga Allah Menjauhkan Saya dari hal – hal seperti itu. Belum lagi budaya sikut – menyikut, gilas – menggilas, jilat – menjilat untuk sebuah kepentingan yang biasanya berupa sebuah “jabatan”. Hhhhhhhhh Duhai PNS………… Begitu mirisnya nasibmu……………………
Lebih miris lagi sebab kau begitu tolol sehingga tidak menyadarinya.
2 komentar:
ini semua pengalaman pribadi kalee..
perasaan lo ajah
mmmm...........
Posting Komentar