Jumat, Februari 22, 2008

MEMBACA HIKMAH DARI TAKDIR ALLAH

Thanx God, i can posting again. Soalnya beberapa hari kemarin sibuk dengan program "Maha Kompleks" ISO, yang ditargetkan sertifikatnya pada bulan Mei.

Apa yang saya pengen tulis ini sebenarnya sudah ada dibenak saya sejak beberapa hari lalu tapi baru bisa nulis hari ini.

Tersebutlah seorang siswa magang di LPMP Gorontalo yang "berbeda". Namanya "Muhajir" dengan panggilan "ajir". Saya sebut dia "berbeda" karena memang berbeda di beberapa hal dari orang lain. Pertama dia berbeda karena dia cacat (saya tidak tahu cacat apa namanya). Ketidaksempurnaannya ada pada cara dia berjalan dan berbicara. Tetapi sepertinya keterbatasannya tersebut tidak menghalangi dia untuk "berbuat", sama seperti kebanyakan orang. Kedua, dia berbeda dari mainstream orang Gorontalo pada umumnya yang menurut saya enggan berbuat (kalo tidak bisa disebut malas). Sangat menarik menelusuri kisah hidup anak ini. Menurut cerita ajir sendiri, ibunya meninggal dunia ketika dia baru berusia beberapa bulan. "Keterbatasannya" adalah takdir yang harus dia terima sejak lahir. Setelah ibunya meninggal, dia diasuh oleh seorang anak yang berusia 10 thn (kalo saya tidak salah). Nah..... yang menarik adalah soal keinginannya untuk sekolah. Dia tetap sekolah seperti kebanyakan anak lainnya, tetapi ketika menginjak masa SMA, bapaknya melarang dia untuk tetap sekolah, (saya juga tidak tahu alasannya apa, tapi sangat mungkin larangan itu ada hubungannya dengan "keterbatasannya"). Sementara untuk masuk SLB "Bone Bolango" tidak mungkin karena dia satu - satunya siswa yang mendaftar. Akhirnya dia memilih untuk masuk SMK Suwawa walaupun tanpa ijin bapaknya. Dia berusaha untuk bertemu langsung dengan kepsek untuk meyakinkan bahwa dia benar - benar ingin sekolah dan berharap dapat diterima. Akhirnya dia diterima di SMK Suwawa. Sampai disini, saya benar - benar takjub mendengar ceritanya. Bagaimana tidak, disaat sebagian murid sekolahan yang tidak jelas juntrungannya, sering bolos, tawuran, hedon luar biasa, ajir, dengan kesederhanaanya mampu menyakinkan orang bahwa keinginannya untuk belajar sangat kuat, dan tidak satupun orang yang berhak mengehentikan hal itu.

Syahdan.... ajir memilih jurusan komputer. Menurut dia, komputer sangat menarik minatnya. Maka besar keinginan dia untuk punya PC. Untuk mendapatkan keingginannya, ajir membuat proposal untuk Pak Gubernur (Pak Fadel), yang berisi permintaan bantuan dana untuk membeli komputer. Dia memaksa untuk bertemu langsung dengan Pak Gub dan akhirnya bisa bertemu langsung dengan Pak Fadel. Waktu ditanya apa keperluannya, ajir dengan polos menjawab "pengen punya komputer", maka mengalirlah cek sebesar Rp. 5 juta dan langsung dia pergunakan untuk membeli "barang idamannya" itu. Waktu itu saya dengan maksud bercanda, bertanya "kenapa tidak sekalian minta HP?", dan dia bilang bahwa HP tidak terlalu penting untuk dia. Satu - satunya barang yang dia inginkan hanya PC.

Satu lagi hal menarik tentang ajir, yaitu keinginannya untuk membuka usaha. Waktu saya tanya apa rencananya setelah lulus, dia jawab "kalo bukan melanjutkan ke kuliah, saya mau buka usaha sendiri". Saya tanya lagi "usaha apa?", dia jawab, "usaha pengetikan/rental komputer". Dia tambahkan penjelasannya bahwa usaha itu pengennya dia jalankan bersama adiknya, dan langkah pertama menurut dia adalah mencari tempat yang bagus. Amazing.................................
Sodara2 saya saja belum tentu punya visi masa depan sejelas itu. Buat saya bukan masalah apa dan bagaimana visinya. Pun terlepas dari benar tidaknya cerita dan kompetensi ajir, ada hal yang sangat menarik tentang bagaimana gambalangnya rencana masa depannya yang dia rancang sendiri, kuatnya tekad untuk mandiri, tidak bergantung pada orang lain, dan tetap menjaga mimpi – mimpinya agar dia bisa punya energi untuk menggapainya. Apalagi kita bicara tentang orang yang punya “keterbatasan”. Satu lagi yang menarik, tidak semua orang punya keinginan untuk berusaha lewat jalan “entrepreneurship”. Tapi ajir justru memilih hal itu untuk masa depannya nanti. Masya Allah…………….
Allah memang maha adil. KeadilanNya tidak pantas untuk dipertanyakan. Semua yang telah tertulis dalam lauhul mahfuz adalah presisi adanya, baik untuk semua hambaNya. Keterbatasan yang dimiliki ajir, dimata saya justru menjadi kekuatannya. Jalan hidup, keinginan serta cita – citanya akan terdengar biasa – biasa saja jika datangnya dari orang lain yang normal – normal saja. Tetapi menjadi sungguh luar biasa ketika datangnya dari seorang ”ajir” yang punya banyak ”keterbatasan”. Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran dari salah satu karya Allah SWT ini.
WALLAHU A’LAM

1 komentar:

Perencanaan Pendidikan mengatakan...

Saya tergugah membaca cerita tentang "ajir". Namun pertanyaan saya : apa benar ada honorer yang namanya muhajir dikantor LPMP Gorontalo?
Akan lebih jelas bagi pembaca jika mengetahui apa "keterbatasan" si Ajir, agar pembaca dapat mengimajinasi keluarbiasaan enterpreneurship yang dimilikinya. Jangan sampai pembaca hanya terhantarkan oleh penggambaran sang penulis yang berdasarkan persepsi "kecacatannya" semata.
Oh yaa...sekalian silahkan kunjungi Blog kami.
Kebetulan blog ini saya yang buat dan saya sendiri yang mengasuhnya, blog ini saya buat untuk mendedikasikan jurusan kami yakni Manajemen Perancangan Kota ITS Surabaya.
ini alamatnya
http://impkpp-its-iii.blogspot.com
semoga ada manfaatnya bagi kita semua.